Sinopsis Tak Putus Dirundung Malang Karya S.Takdir Alisjahbana
Disebuah desa bernama Ketahun hiduplah satu
keluarga, Syahbudin dan kedua anaknya, Mansur dan Laminah. Ibu mereka telah
lama meninggal, beberapa hari ini syahbudin terbaring sakit, beliau dirawat
dirumah adiknya Madang, tak selang beberapa hari Syahbudin pun berpulang
kerahmatullah. Tinggalah Mansur
dan adiknya Laminah dirumah Madangnya dan istrinya Uncu Jepisah.
Tahun
pertama enaklah hidup mereka, semua kebutuhan tercukupi, namun ditahun kedua
keadaan berbalik, hampir – hampir tiap hari mereka kena pukul dan tendang, uncu
jepisah yang menyaksikan semua itu merasa ngilu, namun ia tak mampu berbuat apa
– apa. Puncaknya, ketika anak madang, Marzuki menginjak pisau yang di taruh
oleh laminah, marzuki pun mengadu pada ayahnya, seketika itu laminah dipukul
menggunakan sapu pada kepalanya, laminah pingsan, saat itu tiba – tiba mansur
datang, mansur pun ikut –ikutan dimaki oleh madangnya, akhirnya mereka
diusir dari rumah madangnya, pergilah mereka berdua dari desa Ketahun menuju
bengkulu, sesampainya dibengkulu mereka diterima kerja di toko roti milik orang
cina. enaklah rupanya makan dan tempat tinggal di cukupi mereka kerja di situ.
Hingga bertahan lama, Tak berapa lama datanglah pegawai baru seorang bekas kuli
kontrak Sarmin namanya. itulah awal mula Laminah tidak betah kerja toko roti
itu.
Puncaknya ketika laminah
sedang mencuci piring di belakang, bekas kuli kontrak itu datang hendak
memperkosanya, Laminah berteriak dan lari kekamarnya, kemudian ia menceritakan
kejadian itu kepada kakaknya, Mansur pun geram, dihajarnya Sarmin, namun Sarmin
melawan, untung juragan roti segera datang, lalu dipisahnya mereka akhirnya
Mansur dan Laminah berhenti kerja dari toko roti itu. Dengan sisa tabungan yang
sedikit mereka mengontrak sebuah rumah, kini mansur berkerja di toko bangunan
milik orang Jepang. Sedangkan laminah berkerja di rumah, mencucikan baju milik
orang - orang kaya yang mengupahkan padanya. Suatu hari Mansur ditangkap polisi
karena di fitnah mencuri uang milik juragan toko itu, kemudian ia dipenjara,
tinggallah laminah sendiri, dia begitu terpukul atas kejadian itu. Kini kerja Laminah
hanya merenung setiap hari, hingga pada suatu malam datanglah Darwis temannya
dulu sewaktu bekerja di toko roti, ternyata Darwis datang hanya untuk
memperkosanya, laminah berlari hingga tiba ditepi pelabuhan, tak tahan semua
penderitaan itu akhirnya laminah lompat kelaut. Lima hari kemudian mansur
dibebaskan karena terbukti tidak bersalah, begitu keluar Mansur meendengar
ditemukan mayat ditepi pelabuhan, Mansur pun terpukul dengan ditemukan adiknya
telah menjadi mayat. Akhirnya mansur memutuskan pergi dari Bengkulu dengan
bekerja sebagai awak kapal.
Komentar
Posting Komentar