#berbagikisah "Boneka Beruang"

BONEKA BERUANG

Hai perkenalkan, namaku Jani. Ini kisah masa remajaku. Saat itu aku seorang siswi yang baru lulus SMP yang akan memasuki babak baru kehidupan SMA yang katanya akan jadi masa masa terindah. Aku diterima di salah satu sekolah islam di suatu kota kecil. Sebenarnya aku tidak berharap bisa bersekolah disana, kalau istilah pada saat itu aku adalah siswi buangan dari SMP Negeri yang tidak bisa masuk ke SMA Negeri, tapi pada akhirnya aku bersyukur masuk di sekolah islam ini karna aku banyak bertemu banyak orang yang memberiku pelajaran berharga dan pengalaman masa SMA yang sangat berkesan. Terutama aku bersyukur dipertemukan dengan seseorang ini, seseorang yang nantinya akan sulit sekali untuk aku lupakan karna salah satunya aku merasa bersalah, kesalahan sederhana yang rumit dijelaskan tapi sulit untuk dilupakan

Semua berawal dari awal tahun masuk sekolah, aku yang kurang semangat sama sekali pada saat itu berjalan santai mencari kelas baruku. Aku masuk di kelas X-B, ketika aku sudah menemukan kelasku, aku masuk dan mencari tempat duduk. Di dalam sudah cukup banyak anak dan aku yang orangnya tidak mau ribet langsung milih tempat duduk di depan mata. Iya, aku duduk di bangku paling depan. Aku berkenalan dengan teman sebangkuku dan menunggu bel masuk berbunyi. Setelah semua tempat duduk hampir terisi dan bel masuk akan berbunyi datanglah segerombolan anak laki laki yang masuk ke kelas. salah satu diantaranya adalah dia. aku ingat sekali bagaimana postur, muka, ekspresinya pada saat itu.

Setelah kenal dengan semua teman sekelas, aku dan dia jadi cukup akrab. Dia sangat humble dan cepat akrab dengan orang lain terutama teman temanku, hingga akhirnya dia selalu terlihat mendekatiku dan muncullah gosip bahwa dia menyukaiku, tertarik denganku yang tergolong perempuan yang sangat biasa, tidak seberapa cantik, tidak gaul, tidak modis, cuek dan pendiam. Aneh sekali, kenapa laki laki seperti dia bisa menyukaiku. 

Dia mengaku bahwa dia sudah menemukanku, bertemu denganku dan melihat wajahku saat pengumuman penerimaan siswa baru di SMA ini. Jika aku bisa mengulangi kalimatnya, kurang lebih dia berkata “aku sudah ketemu kamu sejak pengumuman penerimaan ditempel di papan sebelum masuk sekolah, kamu ada di sebelahku, kamu mencari namamu di papan itu. Aku juga sedang mencari namaku, lalu aku menoleh ke arah  kamu, kamu juga menoleh ke arahku sambil senyum tipis. Sejak saat itu aku sudah bertekad untuk mencarimu saat  sudah masuk sekolah. Dan waktunya tiba, awal masuk sekolah menjadi siswa baru yang tidak kenal siapa siapa, aku teringat padamu. Kamu tau apa yang aku lakukan? Aku benar benar mencarimu di setiap kelas. Tapi aku tidak mencari di kelasku sendiri karna aku nggak berharap kita sekelas. Setelah aku masuk ke setiap kelas, aku kecewa karna aku tidak menemukanmu. Mungkin kamu tidak jadi memasuki sekolah ini dan diterima di sekolah lain batinku. Namun ketika aku memasuki kelasku sendiri. Aku kaget, aku menemukanmu lagi. Menemukan sosok asing yang memiliki senyum sangat khas” Ya kita sekelas.

Berbeda dengan pengakuannya, aku tidak merasa telah bertemu dia sebelum masuk sekolah. Pada saat itu aku sama sekali tidak memerhatikan orang di sekelilingku, ah mungkin karna aku setengah hati masuk di sekolah ini. Jadi aku merasa pertama kali bertemu dengannya saat dia masuk di kelas, kelas yang sama di X-B. Dan first impressionku terhadapnya pada saat itu adalah dia terlihat seperti anak gaul, humble tapi banyak tingkah, dan yang terpenting suka menggoda perempuan.

Hari hari kujalani seperti siswi SMA pada umumnya, yang fokus pada pelajaran dan tidak menghiraukannya sama sekali, aku memang seperti ini tidak pernah menghiraukan orang lain, satu kelas menggosipkanku dengannya. Yang jelas jelas dia yang mendekatiku, sedangkan aku tak pernah punya respect sama sekali terhadapnya. Hingga saat itu bulan Ramadhan, aku diajak teman – temanku untuk berbuka puasa bersama. Walaupun aku cuek dan pendiam, tapi aku juga ingin punya banyak teman. Akhirnya aku ikut acara buka puasa bersama yang pada saat itu sedang ngetren anak SMA memilih sebuah mal sebagai tempat makan dan berkumpul.

Selesai makan, kami lanjut jalan – jalan mengelilingi mal itu. Sekedar jalan jalan tanpa ada tujuan, sampai akhirnya kami berhenti di sebuah timezone. Kami masuk dan memainkan beberapa permainan, salah satunya adalah permainan basket, dia semangat sekali memainkan permainan bola yang dimasukkan ke dalam ring untuk mendapat poin sebanyak – banyaknya sehingga membuatku juga semangat memasukkan bola basket ke keranjang itu. Hingga tak terasa malam semakin larut, kami harus pulang. Pada saat itu jarak rumahku dan mal itu sangat jauh, dan aku berencana menumpang ke salah satu teman yang searah jalan pulang denganku. Namun tak kehilangan akal, dia mengambil alih tugas temanku yang akan aku tumpangi. Dia mengantarku pulang, padahal arah jalan pulang dia berbalik arah denganku, bahkan sangat jauh. Tapi perempuan mana yang tak kuasa menolak diantarkan pulang selarut ini. Dia memboncengku dengan motornya, perasaanku sangat gugup dibonceng olehnya karna aku baru pertama kali dibonceng laki – laki lain selain bapakku.

Tak terasa 1 tahun berlalu, sebenarnya selama 1 tahun ini banyak sekali kejadian dimana dia selalu berusaha mendekatiku. Mulai dari hal yang paling sederhana, yaitu curi pandang, mencari perhatianku hingga selalu ingin memboncengku kemana mana saat ada kegiatan di luar sekolah walaupun tak banyak yang aku ikuti karna rumahku sangat jauh dari sekolah. Dia juga sempat menyerah dan melampiaskan dengan bergonta ganti pacar dengan alasan ingin “melupakanku”. Yang jelas jelas aku tahu, dia memang tipe orang yang seperti itu, suka menggoda dan mempermainkan perempuan.

Sampai akhirnya peristiwa bersejarah itu terjadi. Saat liburan kenaikan kelas X ke kelas XI, kami satu kelas memutuskan untuk berlibur di Jatim Park 1, yang mana tempat  itu berupa lahan wisata dengan banyak wahana menyenangkan hingga menegangkan. Kami menyewa 1 bus mini.

saat itu kami satu kelas menunggu di depan sebuah komplek perumahan untuk menunggu bis dating. Tiba – tiba tak kusangka dia memberikan aku sebuah boneka beruang warna pink yang amat lucu padaku. awalnya aku terima boneka itu bersamaku, aku bawa kemana mana saat di Jatim park itu. aku dan teman – teman perempuanku bermain beberapa wahana, diapun juga bermain wahana lain bersama teman temannya. sampai saat bertemu dia membawakan 2 es krim, 1 untuknya dan 1 untukku, aku tersipu malu saat menerima es krim itu dan memakannya. masih ada foto saat aku memegang es krim itu sampai saat ini.

waktu  menunjukkan mulai petang, saat itu aku dan dia berjalan beriringan. ada 1 wahana yang terakhir yang belum dicoba. dia mengajakku menaikinya. sepertinya wahana itu memang diperuntukkan untuk pasangan, kami duduk berdua di sebuah kursi yang di terbangkan beberapa meter, lalu diputar pelan. saat itu aku merasa ngeri, deg – degan karna aku takut ketinggian. sepertinya dia mengetahui hal itu, karna aku memejamkan mata dan menggenggam tanganku. Tak kusangka, tangan kiriku terasa ada yang memegang, ya benar saja tangan kanannya memegang tangan kiriku, digenggam tak terlalu erat hanya saja aku merasa aman dan nyaman saat tangannya memegang tanganku. akhirnya wahana itu berhenti, itulah pertama kalinya tanganku disentuh oleh laki – laki. Dan dialah orangnya.

malam semakin larut, kami sedang di dalam bus perjalanan pulang. aku turun dari bis terlebih dahulu karna letak rumahku memang lebih dekat. namun saat itu entah mengapa, aku merasa tak bisa menerima boneka pemberian dia, aku merasa tak bisa menerima pemberiannya. sebenarnya kalau dipikir, kenapa aku sangat jahat sekali yaa. tapi ya itulah kenyataannya dulu, aku tidak menerima boneka beruang itu, aku kembalikan padanya.  

kenaikan kelas XI pun tiba, kami tidak lagi sekelas. Kami berbeda 2 kelas. aku di IPA 1 dan dia IPA 3. kami jarang bertemu, beberapa kali berpapasan pun kami merasa aneh. mungkin perasaan kami saat itu adalah aku tidak menyukainya karna dia main main dengan banyak perempuan, sedangkan dia sebal sekali padaku. Setiap hari aku lalui untuk menghindar darinya, karna setiap ada dia di sekitarku selalu saja ada perempuan perempuan yang bersamanya. Namun masih ada 1 momen yang berkesan, saat kelas XI itu aku pindah tempat tinggal, menjadi lebih dekat dengan sekolah. saat itu kami sedang makan bersama dengan teman teman kelas X-B. Aku berangkat duluan dengan teman temanku, dia belakangan dengan teman laki – lakinya. setelah aku duduk di tempat yang paling pojok, lagi – lagi dia tiba – tiba dia duduk di sampingku menggodaku dan mengambil kunci motorku. karna saat itu aku cerita kalau rumahku pindah dia tak memberikan kunci motorku. dia bawa lalu saat acara makan bersama telah usai dia menaiki motorku menyuruhku naik di belakangnya daan mengantarku pulang. dia jugalah laki – laki pertama yang sungguh – sungguh ingin tau rumahku yang baru, sepanjang jalan dia senang sekali, memegang lututku tapi kucegah. saat di rumahkupun di sangat sopan dan baik.

Malam itu kita terlibat percakapan, dimana dia membuat sebuah pengakuan yang sampai sekarang takkan bisa aku lupakan dan tetap membuatku merasa bersalah. Dengan santainya dia mengetik pesan dan mengirimnya. Kurang lebih seperti ini pesannya

“kamu tau, aku dapetin boneka itu dari main Timezone Jaan, aku sudah niat dan semangat, berhari – hari aku main, biar aku bisa dapetin boneka pink itu lalu aku kasihkan ke kamu pas perpisahan kita kelas X”

“Kamu harus selalu ingat, terimalah semua pemberian orang mau bagaimanapun bentuknya, seberapapun harganya karna kamu ga akan pernah tahu bagaimana perjuangan orang itu untuk mendapatkan barang itu dan akhirnya memberikan barangnya untukmu. itu Namanya menghargai

Ya kalimat itulah yang akan selalu aku ingat, karna aku tipe orang yang terlampau cuek dan tidak mudah percaya dengan orang lain. Aku tidak percaya karna berpikir saat orang lain memberikan sesuatu, suatu saat dia akan meminta imbalan kembali atau pamrih. Tapi semua stigmaku hancur sudah. Semua terbantahkan olehnya, katika dia melanjutkan kalimatnya

“kamu tahu bagaimana caranya aku mendapatkan boneka itu? Setiap hari, setiap malam aku main game di timezone, mengejar target agar mendapat poin/kupon untuk ditukar untuk mendapatkan boneka itu. Aku ga akan semudah itu minta uang orangtua untuk membelikan boneka ini untukmu. Tapi ternyata kamu tidak menyukainya”


Komentar

Postingan populer dari blog ini

"NEKAD FRUSIK TANPA APD" ON MY YOUTUBE CHANNEL

NASKAH DRAMA "Aisyah Mentariku"