Sinopsis Andang Teruna Karya Sutomo Jauhari Arifin

Suatu ketika, Gunadi mendapat kabar dari ibunya bahwa ada lowongan pekerjaan untuknya di Pagottan (pabrik gula). Tuan Ban Der Haeyden, teman lama ibunya, yang memberi pekerjaan itu. Gunadi sangat senang. Maka segeralah ia berangkat ke Solo. Dalam perjalan ke Solo itulah ia bertemu dengan seorang gadis bernama Endah Suwarni. Pertemuan itulah yang memekarkan cinta diantara keduanya.
Mereka berdua menjalin hubungan. Sebagaimana yang sudah-sudah, hubungan Gunadi dengan Endah Suwarni pun tidak berjalan mulus. Budiman hadir sebagai pihak ketiga yang mengganggu hubungan itu. Budiman sebenarnya teman sekolah Gunadi di Semarang. Budiman juga tetangga Endah. Hadirnya Budiman lama kelamaan merenggangkan hubungan Gunadi dengan Endah. Lebih-lebih, mereka sangat sering bertemu. Tak berlangsung lama, menikahlah Endah dengan Budiman karena Endah telah ternoda oleh Budiman. Untuk kedua kalinya Gunadi kecewa.
Betapa hancur hati Gunadi. Peristiwa itu membuat perubahan sikap dan semangat hidupnya. Kejadian inipun juga diketahui ibunya. Ibunya sangat kasihan dengan apa yang dialami anak semata wayang ini. Karena terlalu banyak memikirkan anaknya, ibu Gunadi jatuh sakit dan meninggal dunia. Semakin bertambahlah kehancuran Gunadi. Ia kini kehilangan wanita yang telah merawat dan membesarkannya.

Untunglah keluarga Hartasendjaja selalu memberi semangat. Bantuan material pun diberikan kepada Gunadi. Beberapa kali keluarga ini mengunjungi Gunadi di Solo. Setinggi bangau terbang, jodoh tak kan lari kemana. Begitulah bunyi pepatah. Secara diam-diam, Hartini sebenarnya memendam cinta kepada Gunadi. Dari buku harian Hartini, tahulah ia bahwa diam-diam gadis itu jatuh cinta kepadanya. Menyadari semua ini, teringatlah Gunadi pada almarhum ibunya yang menyampaikan sesuatu sebelum meninggal. Ibunya pernah mengatakan bahwa Palgunadi sebenarnya telah diperuntukkan bagi Anggreni. Tahulah Gunadi sekarang, bahwa Angreni ini tak lain dan tak bukan adalah Hartini itu sendiri. Demikianlah isi roman Andang (obor/suluh) Teruna (muda/pemuda). Lewat roman ini Sutomo Djauhar Arifin berpesan... pandai-pandailah mencari bakal calon istri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

"NEKAD FRUSIK TANPA APD" ON MY YOUTUBE CHANNEL

NASKAH DRAMA "Aisyah Mentariku"

#berbagikisah "Boneka Beruang"