Wanita dan Surga ?
Ini emang bukan tulisanku sih, tapi nggak tau kenapa tulisan ini bisa bikin aku tiba - tiba nangis. jadi maaf kalau aku cuma copas, aku cuma mau nunjukin tulisan kaya begini nih yang bisa bikin aku nangis alias nyentuh banget. BACA YAA!
Suatu ketika, ada seorang anak
laki-laki yang bertanya kepada
ibunya. "Ibu, mengapa Ibu
menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab,
Ibu adalah seorang wanita, Nak".
"Aku tak mengerti" kata si anak lagi.
Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat.
"Nak, kamu memang tak akan pernah
mengerti...
Pada suatu malam, ia bermimpi dan
bertanya kepada Tuhan.
"Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali
menangis?"
Dalam mimpinya, Tuhan menjawab...
"Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya
menjadi sangat utama.
Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh
beban dunia
dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus
cukup nyaman dan
lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang
tertidur.
Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat
melahirkan, dan
mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau,
seringkali pula,
ia kerap berulangkali menerima cerca dari
anaknya itu.
Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya
tetap bertahan,
pantang menyerah, saat semua orang sudah putus
asa.
Pada wanita, Kuberikan kesabaran, untuk
merawat keluarganya,
walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa
berkeluh kesah.
Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih
sayang, untuk
mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun,
dan dalam
situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya
itu melukai
perasaannya, melukai hatinya.
Perasaan ini pula yang akan memberikan
kehangatan pada
bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap.
Sentuhan inilah yang
akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan
lembut
olehnya.
Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing
suaminya,
Melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung
baginya. Sebab,
bukankah tulang rusuklah yang melindungi
setiap hati dan
jantung agar tak terkoyak?
Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan
untuk
memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa
suami yang baik
adalah yang tak pernah melukai istrinya.
Walau, seringkali
pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap
kesetiaan yang
diberikan kepada suami, agar tetap berdiri,
sejajar, saling
melengkapi, dan saling menyayangi.
Dan, akhirnya, Kuberikan ia air mata agar
dapat mencurahkan
perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan
kepada wanita, agar
dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya
inilah kelemahan
yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air
mata ini adalah
air mata kehidupan".
Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu
kalau beliau masih
hidup, karena di kakinyalah kita menemukan
surga.
huuuaaa, nangis karena nyadar pernah nggituin seorang wanita terdekat kita alias Ibu
dan terharu ternyata Allah begitu mengistimewakan seorang wanita, dan sekarang aku lihat diriku sendiri aku akan menjadi seorang wanita dan kayaknya wanita emang ditakdirin nangis tanpa sebab yang jelas, hanya Allah yang tahu perasaan wanita sekalipun dia sudah mencurahkannya pada orang lain atau bisa dibilang teman curhatnya, wanita tetap punya ganjalan tersisa di hatinya yang seterusnya akan tetap membuatnya menangis. Setelah baca tulisan itusih aku sempet berpikir "kenapa Allah tidak menjanjikan seorang wanita surga di akhiratnya, karena dalam hidupnya wanita kan selalu merasa tersakiti tanpa sepengetahuan siapapun"
huuuaaa, nangis karena nyadar pernah nggituin seorang wanita terdekat kita alias Ibu
dan terharu ternyata Allah begitu mengistimewakan seorang wanita, dan sekarang aku lihat diriku sendiri aku akan menjadi seorang wanita dan kayaknya wanita emang ditakdirin nangis tanpa sebab yang jelas, hanya Allah yang tahu perasaan wanita sekalipun dia sudah mencurahkannya pada orang lain atau bisa dibilang teman curhatnya, wanita tetap punya ganjalan tersisa di hatinya yang seterusnya akan tetap membuatnya menangis. Setelah baca tulisan itusih aku sempet berpikir "kenapa Allah tidak menjanjikan seorang wanita surga di akhiratnya, karena dalam hidupnya wanita kan selalu merasa tersakiti tanpa sepengetahuan siapapun"
Komentar
Posting Komentar